Kontraksi Supramaksimal,,,

Ya Robbi... kalo boleh teriak aku bakal teriak sekarang sekenceng2nya deh. >.<
entah kenapa suntuk banget rasanya,, semua semangat menguap semakin banyaknya tanggung jawab yang harus segera dikerjakan.

proposal pkm yang belum kelar, 3 kepanitiaan acara, tugas2, UTS yang udah di depan mata, heu.. Maaf ya jadi ngeluh,, Sudah sepenuh hati menjaga pikiranku biar bisa fokus, tapi kayaknya lagi error.. terlalu banyak percabangan, pikiranku jadi butek nih. Coba aku bisa fokus sedikit,, coba aku ngga bermain api dengan membiarkannya kembali menyapa hidupku. Astaghfirullah.. Cooling down fi,, ada banyak hal menanti dan harus dikerjakan.


TArik nafas dalam2.. pada dasarnya mewujudkan impian dalam realitas memang nggak segampang membalikkan telapak tangan. banyak batu dan kerikil yang bakal menghalangi jalannya ya kan? aku sudah tahu itu, dan seharusnya lebih bisa bersabar dan berhenti mengeluh. Atau jangan2 aku malah mulai ragu pada kemampuanku sendiri? Seperti aku ragu apakah semua mimpi bisa terwujud ketika menghadapi realitas?

Well.. jangan ragu sayang. Masih ingat betul kata-kata Prof.Sugiono tadi pagi,, "intinya hidup harus punya terget nak! ga masalah hasil apa yang kamu dapatkan,, Manusia itu harus fleksibel untuk bisa menerima semua keadaan." Hmm.. fleksibel ya,, lentur dong,, seperti karet kah? ^^

Anyway semua ini jadi bikin aku berpikir. MUngkin lain kali aku harus menerapkan sekularisme pikiran. Dengan hati-hati memilih dan membagi pikiran antara kepentingan pribadi n pikiran2 formal untuk kehidupan kampus yang semakin njelimet saja. Kalo pikiran campur aduk begini,, rasanya sama saja seperti memaksa pikiranku untuk kontraksi supramaksimal terus menerus..^^ JAdi,, mungkin yang aku butuhkan adalah kontemplasi sejenak untuk perlahan menguraikan semua benang yang ruwet yg jadi sumber masalah.

Quote hari ini: dapet dari seorang teman yang menanggapi omonganku ketika membahas novel Dee yang terbaru, PErahu Kertas. Masih ingat betul Mas Cu sambil ngantuk-ngantuk bilang," Yang aku tahu, mimpi itu ada karena akan diwujudkan. Dan prinsip yang kuat berlandasakan idealisme yang kokoh. Jadi wajar kalau banyak rintangan yang menyertai kedua hal itu. Bukankah akan ada pelangi setelah datangnya hujan lebat."

ya.. bukankah selalu akan ada pelangi?

sby,6/10/09
perpus kampus B airlangga

Comments

Popular Posts