yang sederhana

aku merindunya yang sederhana,
pada tawanya yang tulus dan lepas,
pada hatinya hatinya yang selembut sutra,
pada dia yang sederhana


masih disanakah kau yang sederhana?


kami berbeda, seperti sejak awal kami tahu.
karenanya kami justru bebas berkeliaran tanpa topeng,
kami bercanda,
bercerita tanpa kata, 
atau sekedar menyediakan waktu untuk hati yang butuh energi baru.


aku merindunya yang sederhana,
jauh melampaui batas kata yang berderet ini.


wahai sahabat, semoga jarak ini tak semakin menjadi beratus kilometer jauhnya.



Comments

  1. Melihat para perindu membacakan diri
    tak segan mengeluh pada situasi
    entah jarak atau waktu yang menjadi penyepi
    setiap perindu pasti akan masuk pada ruang sepi..

    oh para perindu, berhabatlah dengan waktu
    setiap perindu punya harapan dan impian..
    tapi tidak semua kesempatan jadi sahabat perindu


    sabar sabar..kwkkw

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts